beride.id

Kenali Pengertian Intrapreneur, Manfaat dan Contohnya

intrapreneurship adalah

Sumber: pexels.com

Bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif, intrapreneurship sering menjadi bagian dari strategi mereka.

Intrapreneurship dinilai cocok untuk memunculkan ide-ide menarik dari karyawan guna mendukung daya saing perusahaan. Kemudian, ide produk yang berbeda, model bisnis baru dan cara kerja yang lebih produktif diperoleh.

Penasaran dengan konsep intrapreneurship? Ini adalah artikel yang tepat untuk Anda. Kami menjelaskan apa itu intrapreneur, keuntungan yang dibawanya ke perusahaan dan menjelaskan beberapa contoh terkenal dari intrapreneur.

Siap? Mari kita mulai dengan mempelajari pengertian intraprereneur terlebih dahulu.

Apa itu intrapreneur?

Intrapreneur merupakan pelaku utama kegiatan intrapreneurship, yaitu karyawan perusahaan yang berjiwa wirausaha.

Seorang intrapreneur memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis seolah-olah itu adalah bisnis mereka sendiri. Umumnya, karyawan ini memiliki keterampilan pemecahan masalah, kepemimpinan, dan manajemen bisnis yang baik.

Dengan keterampilan ini, intrapreneur dapat memunculkan ide atau mengerjakan proyek untuk lebih mengembangkan perusahaan mereka. Misalnya membuat produk baru.

Sebagai bagian dari perusahaan, para intrapreneur tentunya tidak perlu mengeluarkan modal atau dana sendiri untuk menjalankan proyeknya. Dengan ide yang menjanjikan, perusahaan tidak segan-segan mendukung para intrapreneur untuk mendapatkan produk terbaik.

Lalu apa yang dimaksud dengan intrapreneurship?

Intrapreneurship adalah sistem bisnis yang mendorong karyawannya untuk menjadi intrapreneur.

Dengan sistem ini, perusahaan dapat mencapai proses bisnis dan kualitas produk yang lebih baik. Selain itu, karyawan dapat berkembang sesuai dengan keahliannya.

Cara membangun intrapreneurship terutama melalui pemberian kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan ide, mengujinya dan menghasilkan inovasi.

Nah, sudah tahu kan apa itu intrapreneur? Tapi apa perbedaan antara mereka dan pengusaha?

Perbedaan antara wirausaha dan intrapreneur

Ada beberapa hal yang membedakan entrepreneur dan intrapreneur, yaitu:

1. kebebasan pertama
Seorang intrapreneur bebas mengekspresikan ide. Namun, sebelum ide tersebut dapat diimplementasikan, diperlukan persetujuan perusahaan. Dengan kata lain, kebebasan intrapreneur tidak lengkap.

Sedangkan pengusaha dapat mengimplementasikan ide apapun yang menurutnya akan bermanfaat bagi perusahaan yang akan dibangun.

2. Modal
Perbedaan antara pengusaha dan intrapreneur lainnya adalah sumber modal.

Intrapreneur tidak harus menggunakan dana mereka sendiri untuk mengimplementasikan ide-ide mereka. Karena jika ide itu disetujui, perusahaan membiayai semua proyek.

Lain halnya dengan seorang pengusaha. Dia harus mengumpulkan modal sendiri atau mencari bantuan investor untuk mengimplementasikan berbagai ide yang dia miliki.

3. Sumber Daya
Intrapreneur tidak hanya menerima modal dari perusahaan, tetapi juga sumber daya yang mereka butuhkan untuk mewujudkan ide-ide mereka.

Misalnya, dia mungkin meminta bantuan anggota tim tertentu lainnya untuk mendukung proyeknya. Atau dia menggunakan fasilitas khusus perusahaan untuk melaksanakan proyeknya.

Jika tentunya seorang kontraktor harus menyediakan fasilitas untuk setiap proyek yang dikerjakan, baik dari segi fasilitas maupun kontraktor untuk proyek tersebut. Inilah perbedaan sumber daya antara wirausaha dan intrapreneur.

4. Risiko Gagal Bayar
Kesalahan dapat terjadi dalam proyek yang sedang berjalan. Namun, risiko yang dihadapi intrapreneur dan wirausahawan ketika inovasi mereka gagal berbeda.

Tidak ada biaya uang intrapreneur jika dia tidak mengimplementasikan sebuah proyek. Bahkan, dia masih bisa bekerja untuk perusahaannya dan terus berusaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di proyek berikutnya.

Itu tidak terjadi pada seorang pengusaha. Jika suatu proyek tidak terwujud, semua kerugian finansial yang timbul tentunya harus ditanggung sendiri. Bahkan, sebuah perusahaan bisa gulung tikar jika kerugiannya terlalu besar.

Sekarang setelah kita mengetahui perbedaan antara wirausaha dan intrapreneur, mari kita pahami tujuan intrapreneurship.

Apa manfaat dari intrapreneurship?

Intrapreneurship menawarkan beberapa manfaat bagi perusahaan dan karyawannya, seperti:

1. Bantuan dalam mengatasi tantangan perusahaan
Salah satu manfaat intrapreneurship adalah membantu perusahaan mengatasi tantangan yang sebelumnya tidak dipertimbangkan.

Misalnya, pandemi Covid-19 akhirnya mengubah perilaku konsumen dan mempengaruhi penjualan produk.

Dengan anjuran untuk tetap di rumah, konsumen mau tidak mau berbelanja kebutuhan pokok secara online. Akibatnya, banyak bisnis yang beroperasi secara offline kehilangan pelanggan dan bahkan gulung tikar.

Bahkan, perusahaan dengan intrapreneurship bisa lebih cepat memunculkan ide untuk menjawab tantangan bisnis tersebut. Misalnya dengan mengubah layanan perusahaan, mengembangkan produk baru atau beralih ke perusahaan lain yang dibutuhkan konsumen.

2. Mendukung karyawan dengan keterampilan kewirausahaan
Intrapreneurship dapat meningkatkan keterampilan kewirausahaan karyawan dengan mendukung pengembangan perusahaan. Di masa depan, berkat lingkungan yang mendukung, karyawan akan lebih menguasai berbagai keterampilan kewirausahaan.

Dengan cara ini, baik perusahaan maupun karyawan mendapatkan keuntungan dari keuntungan intrapreneurship. Mengapa demikian?

Ketika karyawan masa depan ingin melangkah ke dunia perusahaan mereka sendiri, mereka siap dalam sikap dan keterampilan. Artinya, para karyawan ini tidak perlu lagi belajar dari nol untuk meningkatkan keterampilan bisnis mereka.

3. Meningkatkan kepuasan karyawan
Menyediakan platform bagi karyawan untuk membawa ide ke perusahaan dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. Bahkan, bisa sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas karyawan.

Menariknya, langkah ini dapat menimbulkan kepuasan karyawan yang berdampak positif bagi perusahaan.

Menurut sebuah studi oleh Saïd Business School, karyawan yang bahagia hingga 13% lebih produktif. Sehingga semakin banyak karyawan yang senang karena mendapatkan tempat dimana mereka bisa berkreasi layaknya seorang wirausahawan untuk meningkatkan kesuksesan bisnis perusahaan.

Bagaimana menerapkan intrapreneurship

Agar intrapreneurship berjalan dengan baik, langkah-langkah berikut harus dilakukan:

1. Pastikan karyawan memahami tujuan perusahaan
Untuk dapat menyumbangkan ide dan menciptakan inovasi yang berarti, karyawan harus memahami tujuan perusahaan. Caranya adalah dengan menjelaskan tokoh kunci atau faktor sukses di perusahaan.

Misalnya, sebuah bisnis harus dapat menjual beberapa unit produk untuk meningkatkan penjualan dengan persentase tertentu.

Jika mereka sudah mengetahui faktor-faktor keberhasilan yang ditetapkan oleh perusahaan, karyawan akan lebih mudah menemukan cara yang efisien untuk memenuhi persyaratan tersebut.

2. Memudahkan karyawan untuk maju
Karyawan yang hanya bekerja untuk timnya sendiri akan kesulitan menjadi seorang intrapreneur. Alasannya, dia hanya terpaku pada tujuan timnya dan tidak terbiasa melobi tim lain di perusahaan.

Dengan memudahkan karyawan untuk keluar dari lingkungan kerjanya dan berkolaborasi dengan tim lain, mereka dapat melihat tujuan perusahaan dari perspektif yang lebih luas.

Kedepannya, akan lebih banyak ide untuk berbagai strategi baru untuk mencapai tujuan bisnis secara lebih efektif.

3. Buat pedoman yang mendorong ide-ide kreatif
Menciptakan kebijakan yang mendorong ide-ide kreatif merupakan strategi intrapreneurship yang efektif.

Contoh strategi intrapreneurship adalah acara hackathon Facebook, yang menghasilkan fitur media sosial populer seperti obrolan dan grup.

Facebook menyelenggarakan hackathon karena banyak karyawan bekerja hingga larut malam pada prototipe fungsi Facebook dan bahkan tidak tidur.

Facebook kemudian mengadakan hackathon sebagai acara seru untuk mempertemukan karyawan dengan ide-ide menarik. Karya terbaik dari acara tersebut akan diperlihatkan kepada para eksekutif Facebook.

Tentunya kebijakan intrapreneurship ini juga harus disesuaikan dengan jenis perusahaan Anda, bukan?

Contoh intrapreneur di perusahaan terkenal

Berikut beberapa intrapreneur dari perusahaan ternama:

1. Paul Buchheit — Gmail
Siapa yang tidak kenal Gmail, layanan email dengan pengguna terbanyak kedua di dunia? Namun, tahukah Anda bahwa Gmail lahir dari gagasan seorang intrapreneur Google bernama Paul Buchheit?

Di Google, karyawan dapat mencurahkan 20% waktu mereka untuk membuat proyek pribadi. Nah, Paul menggunakan pedoman ini untuk membuat layanan email berbasis web yang datang dengan mesin pencari.

Setelah ditolak oleh beberapa pihak, ide layanan email Paul ini disetujui oleh para pendiri Google. Dukungan itu tidak sia-sia, karena Gmail menggeser popularitas layanan email yang saat itu dominan seperti Yahoo dan Hotmail.

2. Ken Kutaragi – Playstation
Contoh lain dari seorang intrapreneur adalah Ken Kutaragi, seorang insinyur Sony yang mengembangkan PlayStation. Terinspirasi dari Nintendo, salah satu produsen konsol game terkemuka, Ken ingin membangun konsol untuk Sony.

Menariknya, niat Ken untuk membuat konsol game tak goyah meski sempat dibantah sejumlah petinggi Sony. Dia datang untuk diam-diam bekerja dengan Nintendo dalam pengembangan konsol NES-nya.

Ken hampir dipecat karena bekerja dengan pesaing perusahaan dan benar-benar mendapat dukungan dari CEO Sony. Sang CEO bahkan setuju mendanai rencana Ken untuk mengembangkan konsol game untuk Sony.

Kegigihan Ken membuahkan hasil. PlayStation sekarang menjadi konsol game paling terkenal dengan pangsa pasar 65%.

3. Anjali Sud – Vimeo
Nama Vimeo mungkin tidak terlintas di benak Anda saat ingin menonton video di web. Pasalnya, YouTube, pesaing utama Vimeo, jauh lebih dikenal.

Anjali Sud, mantan kepala pemasaran Vimeo, juga tahu bahwa tidak mungkin bersaing dengan YouTube. Menurutnya, Vimeo harus mencoba model bisnis yang berbeda daripada tidak berkembang. Idenya adalah untuk mengubah platform pengunggahan video menjadi layanan pengeditan, penyimpanan, dan berbagi video berbayar.

Joey Levin, salah satu manajer Vimeo, tertarik dengan ide Anjali dan memberinya kesempatan untuk melakukan uji coba.

Bahkan, setelah menerapkan ide Anjali Sud, jumlah pengguna Vimeo meroket. Pada akhir tahun 2020, perusahaan menghasilkan $83,8 juta hanya dalam satu kuartal.

Berkat kesuksesan tersebut, Anjali menjadi salah satu contoh intrapreneur yang mengubah nasib perusahaan dengan model bisnis baru.

Anda sudah tahu apa itu intrapreneur bukan?

Intrapreneurship adalah sistem yang memungkinkan karyawan untuk mengembangkan ide-ide yang memajukan perusahaan. Misalnya dengan membuat produk baru atau mengoptimalkan alur kerja.

Jika memiliki intrapreneur, perusahaan akan lebih mudah berkembang berkat inovasi produk dan bisnis yang memperkuat daya saing perusahaan.

Selain inovasi produk, daya saing perusahaan dapat ditingkatkan dengan menjual produk secara online. Karena mereka mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan cepat.

Exit mobile version